Tampilkan postingan dengan label Gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gizi. Tampilkan semua postingan

Yang Berasal dari Hewan

Daging ternak:
1) Bersih dan lapisan luarnya kering
2) Tampak mengkilap, warna cerah dan tidak pucat.
3) Daging yang sudah ditiriskan tidak berdarah, tidak tercium bau asam atau busuk.
4) Sifat elastis artinya bila ditekan dengan jari akan segera kembali (kenyal).
5) Bila dipegang tidak lekat/lengket tetapi terasa basah.
6) Perbedaan umum untuk setiap jens daging ternak adalah :
    · Sapi : warna merah segar, serat halus, lemak lunak, warna kuning.
    · Kambing : warna merah jambu, serat halus, lemak keras warna putih, berbau khas (prengus).
    · Kerbau : warna merah tua, serat kasar, lemak keras, warna kuning.
    · Unggas: warna putih kekuningan, lembek, tulangnya jelas warna kekuningan. Bila dipotong sudah mati (bangkai) warna agak gelap, luka potong lurus pada bekas sembelihan, dagingnya kenyal.
     · Ayam buras : daging agak kering dan langsing, otot jelas warna kekuningan.
     · Ayam ras : daging lunak, agak basah dan motok, lebih jelas pada kepala/jengger.
7) Tidak terkontaminasi bahan kimia berbahaya yang disalahgunakan untuk pengawet.

Ikan segar:
1) Warna kulit terang, cerah dan tidak lebam.
2) Ikan bersisik masih melekat sisiknya dengan kuat dan tidak mudah rontok.
3) Keadaan bola mata cembung dan cemerlang serta korneanya masih bening.
4) Daging elastis, bila ditekan tidak berbekas.
5) Insang berwarna merah segar dan tidak bau.
6) Tidak terdapat lendir berlebihan pada permukaannya.
7) Tidak berbau busuk, asam atau bau asing yang lain dari biasanya.
8) Ikan akan tenggelam dalam air.
9) Prioritas dalam memilih ikan adalah :
    · Ikan yang dijual dalam keadaan hidup.
    · Ikan segar yang disimpan dalam suhu 4oC atau kurang.
    · Ikan beku yang berasal dari ikan segar yang telah mengalami proses pembersihan serta pencucian.
    · Ikan yang bersih dijual tanpa pendinginan.
10) Tidak terkontaminasi bahan kimia berbahaya yang disalahgunakan untuk pengawet.

Ikan asin/kering:
1) Cukup kering dan tidak busuk.
2) Daging utuh dan bersih, bebas serangga.
3) Bebas bahan racun seperti pestisida.
4) Tidak dihinggapi/daya tarik bagi lalat/serangga lain.
Telur:
1) Tampak bersih dan kuat.
2) Tidak pecah, retak dan bocor.
3) Tidak terdapat noda atau kotoran pada kulit.
4) Mempunyai lapisan zat tepung pada permukaan kulit.Kulit telur kering dan tidak basah akibat dicuci.
5) Dikocok tidak kopyor (koclak).
6) Bila diteropong (canding) terlihat terang dan bersih.

Susu segar:
1) Warna putih susu dan kental.
2) Cairannya konstan dan tidak menggumpal.
3) Aroma khas susu, tidak bau asam, tengik atau bau amis.
4) Berat jenis lebih tinggi dari air (di atas 1,0)
5) Kalau dituang dari gelas masih menempel di dinding gelas.
6) Kalau dimasak akan terbentuk lapisan busa lemak (foam).
7) Bebas dari kotoran fisik seperti darah, debu, bulu serangga dan lain-lain.
8) Tidak terkontaminasi bahan kimia berbahaya yang disalahgunakan untuk pengawet.

Sumber: PD

Sekian
Semoga Bermanfaat
~_~


Tentang:
Pangan aman adalah hak setiap orang. Pangan yang aman tidak hanya akan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh. Guna menjaga keamanan pangan, kita perlu mengikuti prosedur untuk membersihkan bahan makanan sebelum memprosesnya.

Namun hal ini belum cukup. Sejumlah bakteri mungkin saja masih bercokol di bahan makanan. Bakteri bahkan bisa saja masih bertahan setelah proses pengolahan bahan pangan. Bila kondisi ini terjadi, bagaimana mungkin kita dapat menyediakan pangan aman bagi keluarga.

Berikut ini  adalah 6 tips yang perlu diperhatikan dalam mengolah dan menyediakan bahan pangan aman bagi keluarga :

1. Kenali sumber bahan pangan
Beberapa sumber pangan kerap kali terpapar berbagai sumber penyakit. Terkadang air yang digunakan untuk membersihkan bahan pangan juga terpapar kuman. Mengetahui dengan pasti dari mana sumber air dan bahan pangan akan lebih aman bagi keluarga. Kita juga bisa membuat pilihan jika air dan pangan yang akan diskonsumsi ternyata tidak aman.

2. Cuci tangan, alat masak dan bahan makanan Bakteri dapat berkembang di mana saja. Membersihkan bahan pangan tidak cukup untuk menyingkirkan kuman penyebab penyakit ini. Proses pengolahan juga harus diawasi. Sebaiknya, pastikan dapur dan seluruh alat masak dalam kondis yang bersih. Hal yang sama sebaiknya juga dilakukan pada tangan sebelum memasak ataupun menyantap hidangan.

3. Pemisahan bahan pangan Pemisahan bahan pangan dapat mencegah terjadinya kontaminasi. Sebaiknya pisahkan pangan berbahan hewani, misal seafood, daging, telur, ikan, atau unggas dari bahan ketika belanja tau memasak. Gunakan papan potong dan alat lain yang beda untuk pangan hewani dan non-hewani.
4. Proses memasak Proses pengolahan makanan yang baik akan mencegah masuknya bakteri penyebab penyakit (patogen) ke dalam tubuh. Proses memasak sebaiknya didasarkan pada waktu dan suhu. Jangan hanya mengandalkan mata untuk menentukan matang tidaknya makanan. Apabila memungkinkan, gunakan termometer atau alat pengukur suhu memastikan apakah makanan sudah dimasak pada suhu yang ditentukan.  Hindari pula konsumsi  makanan yang tidak dimasak tuntas, terutama jenis makanan sepert  daging, telur dan adonan kue. Hal ini hanya mengundang bakteri untuk masuk dan bersarang dalam tubuh.

5. Pendinginan Pendinginan bahan pangan akan memperlambat pertumbuhan bakteri. Pastikan suhu penyimpanan tidak sekedar bersuhu ruang (24°C), atau hangat. Suhu tersebut tidak akan membuat bakteri memperlambat pertumbuhannya. Sebaiknya, dinginkan bahan pangan hewani dan nabati yang mudah rusak selama dua jam, atau merendamnya dalam air yang sangat panas (100°C) bila sebelum akan dimasak.

Nb: Kesehatan itu mahal harganya jadi sebelum kesehatan kita harus menjaganya dengan Olahraga serta Pola hidup yang baik

Sumber: Kompas

Sekian
Semoga Bermanfaat
~_~

Statistics

Copyright © 2015 - Alphaz 19 - All Rights Reserved | Partner: Izone 9 and Anime Gatez